Minggu, 18 Januari 2026

Rupiah Berpeluang Menguat, Arus Modal Asing Mulai Bergairah di Bursa Saham RI


 Rupiah Berpeluang Menguat, Arus Modal Asing Mulai Bergairah di Bursa Saham RI Rupiah diperkirakan berpeluang menguat seiring masuknya modal asing ke pasar saham Indonesia. (Antaranews)

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Harapan terhadap penguatan rupiah kembali mencuat. Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, menilai nilai tukar rupiah berpeluang menguat seiring meningkatnya minat investor asing di pasar saham Indonesia.

Menurut Josua, investor global kembali mencatatkan arus modal masuk. “Pada perdagangan Selasa (2/12), investor asing membukukan net buy sebesar 27,31 juta dolar AS,” ujarnya di Jakarta, Rabu (3/12/2025). Gelombang beli bersih ini menjadi sinyal bahwa aset berisiko Indonesia kembali menarik di mata pelaku pasar.

Di pasar obligasi, pergerakan yield Surat Berharga Negara (SBN) tercatat bervariasi. Pada tenor acuan 5, 10, 15, dan 20 tahun, yield masing-masing berada di level 5,76% (-6 bps), 6,30% (+2 bps), 6,47% (+1 bps), dan 6,56% (0 bps). Aktivitas perdagangan juga meningkat tajam dengan volume transaksi mencapai Rp33,80 triliun, hampir dua kali lipat dibanding perdagangan sehari sebelumnya yang hanya Rp17,12 triliun.

Meski demikian, kepemilikan investor asing di SBN sedikit menyusut Rp590 miliar, menjadi total Rp872 triliun per 1 Desember 2025, atau setara 13,35% dari outstanding.Dari sisi lelang, pemerintah melalui Kementerian Keuangan berhasil mengumpulkan Rp25 triliun pada lelang Surat Utang Negara (SUN) Selasa (2/12). Jumlah ini berasal dari total penawaran yang masuk sebesar Rp69,64 triliun, jauh di atas target indikatif Rp23 triliun.

Sentimen Global: Pasar Menunggu Sikap The Fed

Di pasar global, pelaku pasar masih bergerak hati-hati karena belum ada rilis data ekonomi utama Amerika Serikat, ditambah masuknya periode blackout jelang rapat Federal Open Market Committee (FOMC) pekan depan. Pada periode blackout, pejabat The Fed tidak memberikan pernyataan publik sehingga pasar cenderung bergerak tanpa panduan baru.

Meski begitu, ekspektasi penurunan suku bunga acuan AS tetap kuat. “Probabilitas pemangkasan suku bunga pada Desember 2025 mencapai sekitar 89 persen,” kata Josua dikutip Antara.

Kisaran Rupiah Hari Ini

Dengan mempertimbangkan aliran modal asing, dinamika pasar SBN, serta sentimen global, Josua memperkirakan rupiah pada perdagangan hari ini bergerak di rentang Rp16.575–Rp16.675 per dolar AS.

Pada pembukaan pasar Rabu pagi, rupiah tercatat stagnan di Rp16.625 per dolar AS, sama seperti posisi penutupan perdagangan sebelumnya.

 

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Ekonomi Terbaru