Loading
Rupiah menguat tipis ke Rp16.260 per dolar AS didorong optimisme dari hasil negosiasi dagang AS-China.(Net)
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Nilai tukar rupiah berhasil menguat tipis terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini, dipengaruhi oleh sentimen positif dari kelanjutan negosiasi dagang antara Amerika Serikat dan China.
Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, menyampaikan bahwa pergerakan rupiah cenderung stabil (sideways), dengan kisaran Rp16.255–Rp16.272 per dolar AS dan ditutup menguat 0,09% atau 15 poin ke level Rp16.260 per dolar AS, dibandingkan posisi sebelumnya di Rp16.275.
"Penguatan ini mencerminkan optimisme pelaku pasar terhadap hasil pembicaraan dagang tahap kedua antara AS dan Tiongkok yang berlangsung selama dua hari terakhir," ujarnya di Jakarta.
Mengutip laporan Xinhua, Wakil Perdana Menteri Tiongkok He Lifeng menggelar pertemuan dengan Menteri Keuangan AS Scott Bessent menjelang sesi konsultasi ekonomi dan perdagangan bilateral pada 9 Juni. Dalam pertemuan itu, kedua pihak disebut berdiskusi secara terbuka dan konstruktif.
Menurut Perwakilan Perdagangan Internasional Tiongkok, Li Chenggang, diskusi berlangsung profesional dan mendalam, dan berhasil merumuskan kerangka kerja pelaksanaan kesepakatan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping, baik dari percakapan telepon mereka pada 5 Juni maupun pertemuan sebelumnya di Jenewa.
Pertemuan ini membawa angin segar bagi pelaku pasar yang sebelumnya cenderung mengambil posisi defensif akibat tensi tarif dan ketegangan ekonomi antara dua negara dengan ekonomi terbesar di dunia tersebut.
Meski demikian, Josua mengingatkan bahwa penguatan rupiah masih terbatas karena investor masih bersikap wait and see menjelang rilis data inflasi AS bulan Mei yang akan diumumkan malam ini. Data tersebut dinilai krusial dalam memberikan gambaran arah kebijakan suku bunga The Fed ke depan.
"Inflasi tahunan AS diperkirakan naik dari 2,3% menjadi 2,5% secara year-on-year (yoy) di bulan Mei. Ini bisa memicu spekulasi terkait suku bunga dan memengaruhi pergerakan pasar," tambahnya dikutip dari Antara.
Untuk perdagangan esok hari, nilai tukar rupiah diperkirakan bergerak di rentang Rp16.250 hingga Rp16.325 per dolar AS, mengikuti dinamika data inflasi dan sentimen global.
Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang dirilis Bank Indonesia turut mencatat penguatan rupiah ke posisi Rp16.265 per dolar AS, dari sebelumnya Rp16.276.