ARAH DESA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | SCHOLAE
Kemendes

KPK OTT Salah Seorang Ketua Umum Parpol di Surabaya

Jumat , 15 Maret 2019 | 11:47
KPK OTT Salah Seorang Ketua Umum Parpol di Surabaya
Gedung KPK (Soksi)

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap salah satu Ketua Umum partai politik (parpol) pengusung pemerintah pada Jumat (15/3/2019).

Operasi Tangkap Tangan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi di Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur di Sidoarjo.

Informasi yang dihimpun, pimpinan parpol yang terkena OTT adalah Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy yang akrab disapa Romy.

Saat ini, Romy dilaporkan sedang menjalani pemeriksaan oleh penyidik KPK di salah satu ruangan di Markas Kepolisian Daerah Jawa Timur di Jalan Ahmad Yani Surabaya.

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Frans Barung Mangera saat dikonfirmasi wartawan membenarkan adanya OTT yang dilakukan KPK di Kakanwil Kemenag pada pukul 09.00 WIB, tetapi tidak memberikan penjelasan lebih lanjut.

"Itu ranah KPK, coba tanya KPK," ucap Barung.

PPP Belum Terima Kabar

PPP Belum Terima KabarKetua DPP PPP, Lena Maryana Mukti, mengatakan, mereka belum menerima informasi resmi tentang kebenaran operasi tangkap tangan terhadap ketua umum partainya, Romahurmuziy.

"Sejauh ini kami belum menerima informasi resmi," kata Mukti, saat dihubungi di Jakarta, Jumat.Ia menyampaikan DPP PPP baru mendengar kabar itu dari pemberitaan media.

"Ya info dari media aja, ya saya menjawabnya tidak benar karena kami belum mendapat informasi tentang itu," kata dia.

Mengenai langkah DPP PPP untuk menyikapi OTT itu, ia akan menunggu informasi resmi KPK lebih dulu. KPK mengonfirmasi telah menggelar operasi tangkap tangan terhadap Romahurmuziy alias Romi.

"Betul ada giat KPK di Jawa Timur, saat ini sedang dilakukan pemeriksaan KPK bertempat di Polda Jawa Timur," kata Ketua KPK, Agus Rahardjo, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat di Jakarta, Jumat (15/3/2019).

"Statusnya akan ditentukan sesuai KUHAP setelah selesai pemeriksaan," kata dia sebagaimana diberitakan Antara.Ia juga belum menyampaikan kasus apa yang menjerat Romi.

"Tunggu konpers lanjutannya di KPK nanti malam atau besok pagi," kata dia. KPK punya waktu 1x24 jam untuk menentukan status orang yang diamankan dalam satu OTT.

Sebelumnya Kabid Humat Polda Jatim Kombes Frans Burung Mangera mengatakan penangkapan Romi merupakan wewenang KPK.  

Editor : Patricia Aurelia
KOMENTAR