Dikukuhkan Jadi Guru Besar, Prof. Omas Sebut Indonesia Bisa Capai Visi Indonesia Emas 2045


  • Kamis, 16 Maret 2023 | 16:30
  • | News
 Dikukuhkan Jadi Guru Besar, Prof. Omas Sebut Indonesia Bisa Capai Visi Indonesia Emas 2045 Prof. Omas Bulan Samosir, Ph.D., dalam pidato pengkuhannya sebagai Guru Besar di Bidang Ilmu Ekonomi Kependudukan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI), pada Rabu (15/3/2023). (Foto-Foto: Dok. Humas UI)

DEPOK, ARAHKITA.COM - “Indonesia sebagai negara penduduk terbesar keempat di dunia, saya percaya akan dapat mencapai Visi Indonesia Emas 2045, jika kita mengelola dan memberdayakan penduduk sebagai mesin pertumbuhan ekonomi. Ilmu demografi akan menolong Indonesia dalam pemberdayaan penduduk sebagai mesin pertumbuhan, sebagai sumber daya utama (ultimate resource) dalam mencapai Visi Indonesia Emas 2045. Ilmu demografi memberi sumbangan bagaimana membangun negara ini melalui pengelolaan penduduk,"ungkap Prof. Omas Bulan Samosir, Ph.D, dalam pidato pengkuhannya sebagai Guru Besar di Bidang Ilmu Ekonomi Kependudukan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI), pada Rabu (15/3/2023)

Lebih lanjut ia memaparkan, selain sebagai ilmu pengetahuan, demografi memegang peranan penting untuk kesejahteraan umat manusia (demography is the core) dan kesejahteraan penduduk Indonesia. Demografi menjadi ilmu pengetahuan dan menyumbang akal budi manusia tentang determinan pertumbuhan penduduk, pengumpulan data, pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan, program perencanaan dan pelaksanaan pembangunan, dunia usaha, dan masa depan peradaban.

Ada hubungan timbal-balik yang erat antara dinamika kependudukan (demografi) dan pembangunan.

“Dinamika demografi memengaruhi kesejahteraan penduduk melalui pembangunan sosial, ekonomi, dan lingkungan. Sementara itu, kesejahteraan penduduk mempengaruhi dinamika demografi,” kata Prof. Omas.

Dalam pemaparannya, Prof. Omas mengatakan perubahan demografi berdampak pada kemajuan sosio-ekonomi sebuah negara. Ada hubungan timbal-balik yang erat antara dinamika kependudukan (demografi) dan pembangunan. “Dinamika demografi memengaruhi kesejahteraan penduduk melalui pembangunan sosial, ekonomi, dan lingkungan. Sementara itu, kesejahteraan penduduk mempengaruhi dinamika demografi,” kata Prof. Omas.

Ia menambahkan, penduduk dunia akan mengalami dua kecenderungan besar di masa mendatang, yakni lebih banyak orang muda di negara berkembang dan lebih banyak orang tua di negara kaya. Itu sebabnya, katanya, Indonesia perlu memiliki proyeksi penduduk untuk memanfaatkan bonus demografi tersebut.

Prof Omas_1

Demografi Indonesia menunjukkan laju pertumbuhan penduduk pada masa lampau disebabkan oleh tingkat kelahiran yang tinggi. Pemahaman yang semakin baik tentang peran demografi untuk kesejahteraan penduduk di Indonesia telah melahirkan kebijakan pembangunan berwawasan kependudukan (population-centered development), dimasukannya isu bonus demografi (demographic bonus) dalam dokumen perencanaan pembangunan, dan disosialisasikannya isu tren mega (megatrends) dan ketahanan demografi (demographic resilience).

Masyarakat yang memiliki ketahanan demografi, yaitu yang memiliki keterampilan, alat, kemauan politis, dan dukungan publik untuk mengelolanya sedemikian rupa, akan dapat mengurangi pengaruh negatif potensial pada individu, masyarakat, perekonomian, dan lingkungan. Lalu, memanfaatkan kesempatan yang datang bersama perubahan demografi untuk penduduk, kemakmuran, dan bumi.

“Ilmu demografi dapat memberikan sumbangan bagi negara ini mengenai pengelolaan penduduk. Kita perlu memikirkan strategi mengelola fertilitas, mortalitas, dan migrasi. Ilmu ini akan menolong Indonesia sebagai negara berbudaya untuk memetakan dan mempertahankan bahasa, baik yang punah maupun terancam punah. Selain itu, Ilmu Demografi menolong Indonesia dalam merencanakan serta melaksanakan pembangunan dari, oleh, dan untuk penduduk,” kata Prof. Omas menutup pidatonya.

Bersama dengan Prof. Omas, pada prosesi pengukuhan yang dipimpin langsung oleh oleh Rektor UI, Prof. Ari Kuncoro, SE, MA, Ph.D., ini dikukuhkan juga dua guru besar lainnya, yaitu Guru Besar Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) UI Prof. Dr. Dra. Kasiyah, M.Sc., dan Guru Besar Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) UI Prof. Dr. Maman Lesmana, S.S., M.Hum. Prosesi ini dilaksanakan di Balai Sidang, Kampus UI, Depok dan disiarkan secara virtual melalui kanal Youtube Universitas Indonesia dan UI Teve. Tampak hadir dalam pengukuhan tersebut, Rektor Universitas Kristen Indonesia, Dr. Dhaniswara K. Harjono, S.H., M.H; Direktur Program Pascasarjana, Universitas Kristen Indonesia, Prof. Dr. dr. Bernadetha Nadeak, MPd, PA; dan Ketua Senat Akademik, Universitas Kristen Indonesia, Prof. Atmonobudi Soebagio, MSEE, Ph.D.

Prof. Omas menyelesaikan pendidikan Sarjana Matematika, di Departemen Ilmu Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UI, pada 1988. Di tahun 1994, ia berhasil mendapatkan gelar Philosophy Doctor in Demography, di Department of Social Statistics, Faculty of Social Sciences, University of Southampton, Southampton, United Kingdom. Beberapa karya ilmiahnya dalam beberapa tahun terakhir, yakni Kesenjangan Digital dan Kesenjangan Upah di Indonesia Sebelum dan pada Masa Pandemi COVID-19: Analisis Data Hasil Survei Angkatan Kerja Nasional 2019–2021 (2023), Beban Penyakit dan Pertumbuhan Ekonomi (2022), dan Pola Pemberian Makan pada Bayi dan Anak Usia 6–23 Bulan dan Stunting di Indonesia: Analisis Lanjut Hasil Riset Kesehatan Dasar 2018 (2021).

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru