ARAH DESA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | SCHOLAE

Kunjungan ke Irak, Paus Serukan Akhiri Kekerasan dan Ekstremisme, Faksi, dan Intoleransi

Jumat , 05 Maret 2021 | 17:30
Kunjungan ke Irak, Paus Serukan Akhiri Kekerasan dan Ekstremisme, Faksi, dan Intoleransi
Paus Fransiskus disambut oleh PM Irak dan penari di bandara di Baghdad. (Reuters/BBC Indonesia)

IRAK, ARAHKITA.COM - Tak lama setelah disambut oleh Perdana Menteri Irak Mustafa al-Kadhimi di bandara Baghdad pada hari Jumat (5/3/2021), Paus menyerukan "akhir bagi tindakan kekerasan dan ekstremisme, faksi dan intoleransi".

"Irak telah merasakan dampak merusak dari peperangan, bencana terorisme dan konflik sektarian,"ujarnya dalam sebuah pidato dilansir BBC Indonesia.

"Keberadaan kaum Kristen yang sudah lama di tanah ini, dan kontribusi mereka pada kehidupan bangsa, merupakan warisan kaya yang mereka harap dapat diteruskan untuk melayani semua," imbuh Paus.

Ia berkata komunitas Kristen yang terus berkurang di Irak harus memiliki peran yang lebih penting sebagai warga negara dengan hak, kebebasan, dan tanggung jawab penuh.

Komunitas Kristen di Irak, salah satu yang tertua di dunia, telah menyaksikan jumlah mereka merosot dalam dua dekade terakhir dari 1,4 juta hingga sekitar 250.000, kurang dari 1% populasi.

Banyak yang melarikan diri ke luar negeri dari kekerasan yang telah melanda negeri itu sejak invasi yang dipimpin AS pada 2003, yang menggulingkan Saddam Hussein.

Puluhan ribu orang Kristen juga terusir dari rumah mereka ketika kelompok militan yang menamakan diri Negara Islam (ISIS) menyerbu Irak utara pada 2014, menghancurkan gereja bersejarah, merampas properti mereka, dan memberi mereka pilihan untuk membayar pajak, masuk Islam, pergi, atau dihukum mati.

Gabungan berbagai faktor ini membuat para pejabat gereja meyakini "ada kemungkinan Kristen akan hilang dari Irak".

Bagi Vatikan, lawatan ke Irak menjadi kesempatan yang sangat berharga bagi Paus Fransiskus untuk menemui langsung komunitas Kristen, berada di tengah-tengah mereka dan memberikan dukungan penuh.

Sebelumnya, di dalam pesawat menuju Irak, Paus mengatakan dirinya senang bisa melakukan perjalanan lagi, dan menambahkan, "Ini adalah perjalanan simbolik dan ini adalah tugas menuju tanah yang menjadi martir selama bertahun-tahun."

Siapa umat Kristen di Irak?

  • Orang-orang di wilayah yang kini bernama Irak, telah memeluk agama Kristen sejak abad ke-1 Masehi.
  • Berdasarkan data Departemen Luar Negeri AS, para pemuka agama Kristen memperkirakan jumlah penganut Kristen di Irak mencapai kurang dari 250.000 jiwa. Populasi terbesar—sedikitnya 200.000 jiwa—berada di Dataran Niniwe dan Wilayah Kurdistan di bagian utara Irak.
  • Sekitar 67% dari mereka adalah penganut Katolik Chaldean, yang punya liturgi dan tradisi ketimuran namun mengakui otoritas Paus di Roma. Sebanyak 20% lainnya adalah anggota Gereja Assyria Timur, yang diyakini sebagai komunitas Kristen tertua di Irak.
  • Sisanya adalah penganut Ortodoks Suriah, Katolik Suriah, Katolik Armenia, Apostolik Armenia. Ada pula penganut Anglikan, Evangelikal, dan umat Prostestan lainnya.

 

Editor : Patricia Aurelia
KOMENTAR