ARAH DESA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | SCHOLAE
Kemendes

Novel Baswedan Sebut 6 Anggota DPR Tekan Miryam soal Kasus KTP-e

Rabu , 09 Oktober 2019 | 21:00
Novel Baswedan Sebut 6 Anggota DPR Tekan Miryam soal Kasus KTP-e
Penyidik KPK Novel Baswedan memberikan kesaksian. (Net)

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menyebut terdapat enam anggota DPR yang menekan Miryam S Haryani terkait kasus korupsi pengadaan KTP elektronik (KTP-e)

Hal itu dikatakan Novel saat dia dan mantan anggota DPR RI Miryam S Haryani menjadi saksi dalam persidangan kasus korupsi pengadaan KTP-e dengan terdakwa anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golongan Karya Markus Nari di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Rabu.

Ketua majelis hakim Frangki Tambuwun awalnya menanyakan kepada Novel apakah Miryam pada saat diperiksa menyampaikan bahwa ada anggota DPR RI yang menekan atau mengintimidasi.

"Apakah waktu saudara memeriksa Miryam, saksi (Miryam) ada sampaikan tekanan dari anggota dewan?" tanya Frangki.

"Ya ada," jawab Novel

Namun, Novel mengaku lupa terkait nama-nama anggota DPR yang menekan Miryam. Dia hanya menyebut bahwa jumlah anggota DPR yang dimaksud sebanyak lima atau enam orang.

Frangki kemudian menanyakan apakah di antara enam anggota DPR tersebut terdapat nama terdakwa Markus Nari. Novel kembali mengatakan bahwa dirinya tidak mengingat nama-nama anggota DPR itu.

"Saya lupa yang mulia. Tapi seingat saya pernah saya sampaikan di pemeriksaan sebelumnya. Ada 5-6 orang saya lupa, cuma pernah saya sampaikan dalam keterangan saya di persidangan," kata Novel.

Selanjutnya, Jaksa KPK membuka berita acara pemeriksaan (BAP) Novel Baswedan dan membacakan ulang pernyataan Novel terkait nama-nama anggota DPR yang menekan Miryam.

"Saya bacakan di sini, ada anggota DPR dari Komisi III, Bambang Soesatyo, Aziz Syamsudin, Masinton Pasaribu, Syarifuddin Sudding, Desmond Mahesa, dan satu lagi lupa. Betul itu?" tanya jaksa kepada Novel.

"Betul, betul," ucap Novel.

Editor : Patricia Aurelia
KOMENTAR