ARAH DESA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | SCHOLAE
Kemendes

Bawang Goreng Topo Tembus Kantin Koperasi Kementan RI

Rabu , 11 September 2019 | 17:01
Bawang Goreng Topo Tembus Kantin Koperasi Kementan RI
Kadis Pertanian Imran Jasin bersama pemilik warung berkah. (Arahkita/Apriyanto Daud)

TIDORE, ARAHKITA.COM - Produksi bawang goreng milik Kelompok Wanita Tani (KWT) "Mekar Guri" Kelurahan Topo, Kota Tidore Provinsi Maluku Utara, dengan berat 50 gram dihargai Rp. 25 ribu resmi masuk kantin "Berkah" di Kementerian Pertanian Republik Indonesia, yang menjual mie ayam.

Kepala Dinas Pertanian Kota Tidore Kepulauan, Imran Jasin,kepada arahkita.com melalui via telephone mengatakan bahwa saat dia makan mie ayam di kantin "Berkah" dirinya merasa bahwa bawang goreng milik kelompok wanita tani (KWT) ini layak untuk dikonsumsi oleh para pengunjung di kantin Kementerian Pertanian, Rabu (11/9/2019).

Tak berselang lama kemudia dirinya mendatangi pemilik kantin berkah, kata Imran, pemilik kantin Berkah Ibu Nurain, mengatakan bahwa promosi bawang merah milik KWT "Mekar Guri" harus terus dikembangkan, dirinya menyarankan agar bawang merah milik Kelurahan Topo tersebut harus terlebih terdahulu masuk di Koperasi yang mengelola kantin yang ada di Kementerian Pertanian," Bawang gorengnya harus lebih dulu masuk ke koperasi, biar koperasi yang promosi ke pedagang" kata Ibu Nurain.

Tak berselang lama, Ibu Nurain kemudian mengarahkan Kepala Dinas Pertanian Imran Jasin ke koperasi pengelola kantin, Ibu Pur pengelola koperasi mengatakan dirinya siap untuk mempromosikan bawang goreng milik KWT Mekar Guri " Nanti saya pasarin ke gedung- gedung dan teman- teman perkebunan" kata Ibu Pur pengelola Koperasi di Kementerian Pertanian.

Dirinya juga menyarankan agar Kepala Dinas Pertanian untuk membuat analisa biaya dan lainnya sehingga bisa dijual ke rekan-rekan kantin di Kementerian Pertanian.

Imran Jasin mengatakan bahwa dirinya akan membuat analisa biaya agar bisa dikirim lagi ke koperasi sesuai dengan kebutuhan," Nanti dibuat analisa biaya dulu,dan coba 100 kemasan untuk dikirim kembali.

Editor : Farida Denura
Reporter : Apriyanto Daud
KOMENTAR