ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA | SCHOLAE

Update News

Air Power Corner

Kemajuan Teknologi Informasi untuk Mendukung Keamanan Nasional

Minggu , 20 Oktober 2019 | 23:00
Kemajuan Teknologi Informasi untuk Mendukung Keamanan Nasional
Marsda TNI (Purn) DR Koesnadi Kardi, M.Sc, RCDS. (Istimewa)

KEMAJUAN dalam bidang Teknologi Informasi mampu untuk mendukung KAMNAS, antara lain: (1) mencegah kebakaran hutan dan (2) mencegah tindakan terorisme yang membahayakan orang lain. Bagaimana mekanismenya agar dapat mencegah kebakaran hutan dan mencegah aksi terorisme yang mengancam jiwa orang lain, mari kita simak uraian di bawah ini.

Pada abad–21 ini ada 4 (empat) unsur yang mampu mendukung KAMNAS. Keempat unsur tersebut adalah: (1) Kekuatan bidang Ekonomi yang baik, (2) Kekuatan Politik yang stabil (3) Kekuatan bidang Pertahanan yang kuat, dan (4) Kekuatan bidang Informasi yang canggih dan handal. Sedangkan Tujuan Nasional (National Goal) seperti yang ada pada Pembukaan UUD 1945, dapat mewujudkan Masyarakat yang Adil dan Makmur, manakala KAMNAS telebih dahulu bisa diwujudkan.

Untuk mewujudkan KAMNAS, kuncinya adalah pada “Kekuatan dalam bidang Informasi” yang paling utama dapat diraih, karena kekuatan ini akan mampu mendukung ketiga kekuatan KAMNAS yang lain, yaitu kekuatan dalam dalam bidang ekonomi, kekuatan dalam bdang politik, dan kekuatan dalam bidang pertahanan (militer). Misalnya begitu kita mendapat informasi yang akurat, maka kita akan mampu mengantisipasi tindakan yang akan kita lakukan sehingga tidak terimbas pada efek negatif yang ditimbulkan. Justru sebaliknya, kita akan berupaya mendapatkan dampak positif yang mungkin terjadi.

Dukungan Informasi terhadap bidang Ekonomi

Dukungn terhadap bidang Ekonomi, karena dengan mendapatkan informasi yang akurat dan canggih yang dapat memberikan informasi tentang masalah-masalah yang berkaitan langsung maupun tidak langsung dengan perkembangan ekonomi kita, misalnya dampak persaingan ekonomi yang akhir-akhir ini terjadi antara Amerika Serikat dan China.

Dampaknya secara luar bisa tehadap perdagangan global, kita harus dapat memilah bagian mana yang berdampak langsung maupun tidak langsung terhadap perekomian kita, harus dapat kita prediksi.

Sehingga kita dapat mengambil aksi agar perekomian kita tetap tumbuh dengan baik dan dapat mengurangi dampak negatif dari akibat yang ditimbulkan. Dengann demikian perekonomian kita akan tetap bisa survive ditengah persaingan tersebut.

Dukungn Informasi terhadap bidang Politik
Pada saat ini kita tidak menyadari bahwa imbas konflik politik di Timur Tengah berimbas ke negara kita, dampaknya sudah kelihatan jelas. Saat ini sudah cukup banyak orang-orang kita tertular dengan aksi terorisme yang berasal dari Timur-Tengah. Mereka rela berkorban demi tujuan sekelompok orang, sampai-sampai mengorbankan diri sendiri.

Tujuannya agar orang lain mengikuti kemauan dari kelompoknya yang dfianggap paling benar, orang lain dianggap salah dan harus dimusnakan dengan berbagai cara. Hal yang seperti ini, menteror orang lain, bahkan membunuh orang lain, menjadikan situasi politik kita tidak nyaman yang berdampak pada situasi yang tidak stabil.

Bagaimana caranya agar politiknya menjadi stabil? Salah satu caranya menggunakan kekuatan dalam bidang informasi, teknologi informasi harus ditingkatkan supaya lebih canggih. Dengan meningkatkan teknologi peralatan komunikasi sedemikian rupa, sehingga mampu mendeteksi dan mengidentifikasi senjata tajam dari jarak minimum 25 meter bahkan kalau bisa lebih dari itu. Atau mendeteksi bom pada jarak yang lebih jauh lagi, misalnay 50 meter. Kalau kemampuan ini sudah kita miliki, maka sperti tragedi penusukan Bpk. Wiranto dapat kita cegah dan tidak perlu terjadi.

Dukungan Informasi terhadap bidang Pertahanan (Militer)
Masalah ini tidak perlu kita bahas panjang lebar, karena kemampuan bidang infomasi dalam dunia pertahanan banyak dimanfaatkan untuk kepentingan intelijen.

Informasi berbanding lurus dengan bidang intelijen. Barang siapa yang menguasai dalam bidang teknologi informasi pada umumnya penguasaan dalam bidang intelijen akan kuat.

Oleh karena itu tidak usah heran apabila kita mengetahui bahwa negara maju memanfaatkan pesawata UAV (Unmanned Air Vihicle) dan pesawat AWACS untuk kepentingan mendapatkan informasi dengan tujuan untuk informasi intelijen.

Di antara keempat Kekuatan Nasional yang mampu mendukung Keamanan Nasional pada saat ini yang utama adalah kekuatan dalam bidang Informasi, apalagi Jaringan Palapa baru-baru ini telah diresmikan oleh Pak Jokowi sampai ke 27 propinsi. Harus dijaga, dipelihara, dan dimanfaatkan untuk kepentingan Keamanan Nasional se besar-besarnya.

Untuk tiga kekutan yang lain, seperti Ekonomi, Politik, dan Pertahaan akan dapat dilipatgandakan melalui kekuatan dalam bidang informasi. Seandainya kita mampu meningkatkan kualitas dalam bidang teknologi informasi, berarti kita akan mampu juga meningkatkan kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) yang menjadi prioritas pemerintahan Jokowi yang kedua (2019–2014).

Dengan meningkatkan kemampuan dalam bidang teknologi informasi, kita akan mampu mendeteksi kebakaran hutan seperti yang terjadi di Kalimanatan dan Sumatera. Dengan cara mencegahnya melalui pesawat UAV yang dilengkapi peralatan untuk mendeteksi titik api, misalnya dilengkapi dengan infrared.

Kemudian pengawasannya dilaksanakan secar berjenjang dari atas kebawah, misalnya Presiden akan menerima laporan di setiap provinsi bahwa tidak ada titik api yang lebih dari 100, kalau lebih dari itu berarti Gubernur harus bertanggung jawab. Dmikian juga juga para Bupati/Wali Kota harus betanggung jawab apabila daerahnya terdapat titik api lebih dari 50.

Selanjutnya kelurahan tidak ada titik api yang lebih dari 10, kalau ada harus menaggung resiko yang ditetapkan oleh Bupati dan sebagainya. Kalau demikian, pasti kebakaran bisa dicegah. Kedepan pemerintah harusmya membuat ketentuan yang berkaitan dengan titik api di daerah. Titik api yang terdeteksi oleh UAV, akan ketahuan pin-pointnya, sehingga mudah dilacak, apakah dilakukan oleh Pengembang atau tidak masyarakat.

Demikian juga untuk mencegah aksi terorisme, dapat dicegah seperti diuraikan di atas. Bagaimana untuk mencegah kebakaran hutan adalah dengan memenggunakan teknologi informasi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa manfaat dari kemajuan teknologi dalam bidang informasi sangat bermanfaat untuk kepentingan Keamanan Nasional bangsa Indonesia.

Editor : Farida Denura
KOMENTAR