Ilustrasi chipset Dimensity 9500 Super Edition yang akan digunakan pada Vivo X Fold 6. (Vivo)
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Vivo memastikan bahwa ponsel lipat terbarunya, Vivo X Fold 6, akan menjadi perangkat pertama di dunia yang ditenagai chipset khusus Dimensity 9500 Super Edition. Kehadiran chip anyar ini menjadi salah satu daya tarik utama perangkat yang digadang-gadang membawa peningkatan besar pada performa multitasking dan kecerdasan buatan (AI).
Berdasarkan laporan Gizmochina, Sabtu (13/6/2026), Vivo dan MediaTek disebut telah bekerja sama selama hampir dua tahun untuk mengembangkan chipset khusus tersebut. Hasilnya adalah platform yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan perangkat layar lipat modern yang semakin mengandalkan fitur AI.
Menurut Vivo, Dimensity 9500 Super Edition dikembangkan untuk meningkatkan kemampuan pemrosesan multi-thread, menjalankan banyak aplikasi secara bersamaan, serta memberikan pengalaman multitasking yang lebih lancar. Chipset ini juga telah dioptimalkan untuk memaksimalkan penggunaan layar besar yang menjadi ciri khas ponsel lipat.
Tak hanya itu, Vivo mengklaim performa pemrosesan AI pada chipset baru tersebut meningkat hingga 111 persen dibandingkan generasi sebelumnya. Menariknya, peningkatan performa tersebut justru dibarengi efisiensi daya yang lebih baik dengan konsumsi energi berkurang sekitar 56 persen.
Berkat kombinasi tersebut, Vivo X Fold 6 diklaim mampu menjalankan berbagai fitur AI yang lebih kompleks tanpa menguras baterai secara berlebihan. Hal ini menjadi penting mengingat semakin banyak fitur pintar yang kini diproses langsung di perangkat.
Vivo juga memperkenalkan teknologi suara AI terbaru yang diklaim mampu mempercepat proses transkripsi secara luring hingga tujuh kali lebih cepat. Selain itu, tingkat akurasi pengenalan suara disebut meningkat sekitar 7 persen dibandingkan generasi sebelumnya.
Kemampuan AI lainnya juga mendapat peningkatan signifikan. Vivo menyebut fitur pembuatan ringkasan otomatis berbasis AI kini dapat bekerja hingga 57 persen lebih cepat. Fitur ini diyakini akan membantu pengguna yang sering memanfaatkan aplikasi pencatat rapat atau asisten produktivitas berbasis AI.
Untuk pengelolaan dokumen, AI File Manager juga mendapatkan peningkatan melalui dukungan model bahasa besar atau large language model (LLM). Vivo mengungkapkan bahwa kemampuan merangkum dokumen dan menjawab pertanyaan berbasis AI kini sekitar 20 persen lebih cepat dibandingkan sebelumnya.
Chipset Dimensity 9500 Super Edition turut mendukung mesin pemrosesan baru yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan fitur Atomic Workbench. Dengan dukungan tersebut, beberapa aplikasi dapat berjalan secara bersamaan dengan perpindahan antaraplikasi yang lebih mulus, termasuk saat memindahkan berkas dari satu aplikasi ke aplikasi lain.
Vivo X Fold 6 nantinya akan menjalankan OriginOS 6 Fold yang dirancang untuk menghadirkan integrasi lebih dalam antara perangkat keras dan fitur AI sehingga pengalaman penggunaan menjadi lebih efisien dan responsif.
Sementara itu, berdasarkan berbagai laporan yang beredar, Vivo X Fold 6 diperkirakan membawa baterai berkapasitas 6.900mAh. Untuk sektor fotografi, perangkat ini disebut akan mengusung tiga kamera belakang yang terdiri dari kamera utama 200 megapiksel, kamera ultrawide 50 megapiksel, serta kamera telefoto periskop 50 megapiksel.
Di sisi keamanan, sensor sidik jari dikabarkan akan ditempatkan pada sisi bodi perangkat. Jika seluruh spesifikasi tersebut terealisasi, Vivo X Fold 6 berpotensi menjadi salah satu ponsel lipat premium paling menarik yang hadir tahun ini, terutama bagi pengguna yang mengutamakan produktivitas dan fitur AI generatif.