Selasa, 10 Februari 2026

Gemini Tembus 750 Juta Pengguna, Google Kian Perkuat Dominasi AI Global


  • Kamis, 05 Februari 2026 | 19:45
  • | Tekno
 Gemini Tembus 750 Juta Pengguna, Google Kian Perkuat Dominasi AI Global Ilustrasi Google Gemini ANTARABlog Googleam

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Chatbot kecerdasan buatan milik Google, Gemini, mencatatkan pertumbuhan pengguna yang sangat pesat. Hingga akhir kuartal IV 2025, Gemini telah digunakan oleh lebih dari 750 juta pengguna aktif bulanan, berdasarkan laporan keuangan kuartal keempat 2025 yang dirilis Alphabet, induk perusahaan Google.

Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan kuartal sebelumnya, yang mencatat sekitar 650 juta pengguna aktif bulanan. Lonjakan ini menegaskan tingginya minat masyarakat global terhadap teknologi kecerdasan buatan yang semakin terintegrasi dalam aktivitas sehari-hari.

Mengutip laporan Tech Crunch, pertumbuhan Gemini menempatkannya sebagai salah satu pemain utama di industri AI dunia. Meski demikian, jumlah pengguna Gemini masih berada sedikit di bawah ChatGPT besutan OpenAI yang diperkirakan memiliki sekitar 810 juta pengguna aktif bulanan pada akhir 2025. Sementara itu, AI milik Meta dilaporkan telah mendekati 500 juta pengguna aktif bulanan.

Peningkatan adopsi Gemini terjadi setelah Google meluncurkan Gemini 3, model AI terbaru yang diklaim memiliki kemampuan respons lebih mendalam dan kontekstual. Model ini dirancang untuk memahami nuansa bahasa serta kebutuhan pengguna dengan lebih presisi.

CEO Google Sundar Pichai menyebut peluncuran Gemini 3 menjadi pendorong utama pertumbuhan layanan AI Google.“Aplikasi Gemini telah tumbuh hingga melampaui 750 juta pengguna aktif bulanan. Layanan Search juga mencatat penggunaan tertinggi sepanjang sejarah, dengan AI terus mendorong fase ekspansi ini,” ujar Pichai.

Ia menambahkan, Google akan terus berinvestasi dan melakukan pengembangan berkelanjutan agar Gemini tetap kompetitif.“Investasi jangka panjang dan iterasi produk akan menjaga momentum pertumbuhan Gemini,” katanya.

Seiring dengan itu, Alphabet mencatatkan tonggak finansial baru dengan pendapatan tahunan menembus 400 miliar dolar AS untuk pertama kalinya. Capaian ini didorong oleh ekspansi layanan berbasis AI serta meningkatnya permintaan teknologi digital secara global.

Tak hanya di sisi perangkat lunak, Google juga memperkuat lini perangkat keras AI dengan memperkenalkan TPU generasi terbaru bernama Ironwood, yang disiapkan untuk bersaing langsung dengan Nvidia. Sundar Pichai mengungkapkan bahwa model AI Google, termasuk Gemini, kini memproses lebih dari 10 miliar token per menit melalui penggunaan API oleh pelanggan.

Editor : M. Khairul

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tekno Terbaru