Islam Tengah Jadi Rute Wujudkan Indonesia Emas 2045


 Islam Tengah Jadi Rute Wujudkan Indonesia Emas 2045 Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat menanggapi pidato kebudayaan bertajuk Indonesia Butuh Islam Tengah yang disampaikan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan di Auditorium Perpustakaan Nasional RI, Jakarta, Sabtu (29/1/2022). (Antaranews)

JAKARTA, ARAHKITA.COM -  Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan penerapan nilai-nilai Islam tengah menjadi rute yang patut dilalui oleh Muslim Indonesia untuk mewujudkan Indonesia Emas Tahun 2045.

"Semangat 2045 di depan mata, Islam tengah atau Islam 'washatiyah' jadi rutenya," ujar Ridwan Kamil saat menanggapi pidato kebudayaan bertajuk "Indonesia Butuh Islam Tengah” yang disampaikan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan di Auditorium Perpustakaan Nasional RI, Jakarta, Sabtu (29/1/2022).

Menurutnya, Islam tengah sebagai rute menuju Indonesia Emas 2045 dapat diibaratkan sebagai kiblat yang tidak boleh melenceng dari arah yang telah ditetapkan.

Terkait pengertian Islam tengah, seperti yang disampaikan Zulkifli Hasan dalam pidato kebudayaan itu, Islam tengah atau Islam "washatiyah" merupakan perwujudan Islam yang mengedepankan moderasi, yaitu sikap unggul memahami batas-batas toleransi dan sanggup mengayomi seluruh pihak serta golongan.

Ridwan Kamil menyampaikan dukungannya terhadap pembumian narasi Islam tengah di Tanah Air yang digaungkan kembali oleh Zulkifli Hasan.

"Saya sangat mendukung narasi ini. Ini bukan persoalan partai, bukan persoalan identitas kelompok, melainkan soal keselamatan dan kedaulatan Indonesia di masa depan," ujarnya diberitakan Antara.

Menurutnya, penerapan nilai-nilai Islam tengah bernilai penting untuk menjaga bangsa dan negara di Indonesia agar tidak mengarah pada rute kehancuran.

Pada saat ini, kata dia, ada dua kelompok dalam memandang perbedaan yang ada di Tanah Air, baik itu terkait agama, suku, ras, maupun bahasa.

Pertama, kata dia, adalah kelompok yang memandang perbedaan sebagai kekayaan.

Kelompok kedua adalah mereka yang memandang perbedaan sebagai sumber kebencian dan ingin mempersamakannya.

"Inilah (tindakan kelompok kedua) rute untuk menuju kehancuran. Dari kebencian, akan lahir hasutan-hasutan di media sosial, koran, atau pamflet. Dari hasutan, pasti berujung pada kerusuhan-kerusuhan. Jika kerusuhan tidak bisa dikendalikan, di situlah bibit lahirnya peperangan," jelas Ridwan Kamil.

Oleh karena itu, Gubernur Jawa Barat ini menegaskan pentingnya menerapkan nilai Islam tengah bagi Muslim Indonesia dan menjaga nilai-nilai Pancasila bagi segenap bangsa Indonesia.

Dengan demikian, kata dia, Indonesia Emas 2045 dapat terwujud dan negeri ini akan dijauhkan dari kehancuran.


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Politik Terbaru