ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | SCHOLAE

Update News

Pendamping Jokowi Diharapkan Perkuat Elektabilitas, Ini Harapan Pramono

Selasa , 13 Maret 2018 | 20:27
Pendamping Jokowi Diharapkan Perkuat Elektabilitas, Ini Harapan Pramono
Sekretaris Kabinet Pramono Anung. (Viva.co.id)

JAKARTA, ARAHKITA.COM -Jakarta, 13/3 (Antara) - Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan Presiden Joko Widodo yang akan kembali maju dalam Pemilu Presiden 2019 mengharapkan pendampingnya dapat memperkuat elektabilitasnya.

"Siapapun yang disandingkan diharapkan tidak mengurangi elektabilitas Presiden Jokowi, tapi tentunya menambah atau memperkuat elektabilitas," kata Pramono Anung ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (13/3/2018).

Ia menyebutkan sebagai petahana, Presiden Jokowi dipastikan akan maju kembali karena dukungannya cukup besar.

"Hampir semua partai besar sudah memberikan dukungannya, siapa yang akan menjadi wakilnya tentu Presiden Jokowi sangat memperhatikan suara yang muncul di masyarakat," tuturnya.

Ia menyebutkan siapapun nanti yang akan dipilih oleh Presiden Jokowi yang mendapatkan persetujuan partai partai pendukungnya, itu adalah tokoh terbaik yang dipotret oleh Presiden dan partai partai pendukung.

"Dengan demikian jika nanti disandingkan dengan petahana akan mendapatkan sorotan dari masyarakat. Siapapun yang disandingkan digarapkan tidak mengurangi elektabilitas presiden, tapi tentunya menambah atau memperkuat elektabilitas presiden," ujarnya, berharap.

Ia menyebutkan sebagai petahana, Presiden Jokowi sudah mendapatkan dukungan 50 persen lebih dari partai-partai yang suaranya dihitung dari hasil Pemilu tahun 2014.

"Ini menjadi modal bagaimana nanti Presiden akan memilih siapa yang akan menjadi wakilnya, termasuk akan berkoalisi dengan siapa saja selain yang sudah ada ini," katanya seperti dilaporkan Antara.

Ia menyebutkan dalam pemilihan calon wapres, semua faktor akan diperhatikan.

"Semua faktor pasti dipertimbangkan karena Indonesia ini sangat beragam dan sangat multikultur, multietnik. Juga keterwakilan itu harus ada bukan hanya di presiden dan wakil presiden saja tapi juga representasi dari kabinet yang ada sekarang ini," tuturnya.

Editor : Farida Denura
KOMENTAR