ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | SCHOLAE

Update News

Begini Penjelasan PAN Tetap Enggan Bentuk Poros Ketiga

Selasa , 10 Juli 2018 | 13:10
Begini Penjelasan PAN Tetap Enggan Bentuk Poros Ketiga
Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan. (Tribunnews.com)

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan mengatakan partainya tetap enggan membentuk poros ketiga dalam kontestasi Pemilu Presiden (Pilpres) 2019 sehingga tidak merespons keinginan PKS.

"Kami hargai kalau ada pikiran-pikiran yang berbeda. Saya masih perpendapat kemungkinan ada dua," kata Zulkifli di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (10/7/2018).

Hal itu dikatakannya menanggapi pernyataan Presiden PKS Sohibul Iman yang mengusulkan untuk membentuk poros ketiga dalam pemilihan presiden atau Pilpres 2019. Tujuannya agar pilpres menjadi dua putaran seperti Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2017.

Zulkifli mengatakan alasan pihaknya menolak pembentukan poros ketiga karena ambang batas pencalonan calon presiden-calon wakil presiden tinggi yaitu 20 persen.

"20 persen itu tinggi, kalau poros ketiga harus tiga partai. Gabungan dua partai bisa mengajukan capres-cawapres hanya PDI Perjuangan, Partai Gerindra, dan Partai Golkar," ujarnya.

Dia menjelaskan, PDI Perjuangan dan Golkar sudah bersatu mengajukan capres sehingga poros ketiga kemungkinan tidak bisa terwujud. Menurut dia, poros ketiga bisa saja terbentuk namun butuh keajaiban dalam mewujudkannya.

"Saya berpendapat dua pasangan capres-cawapres, kalau tiga pasangan butuh keajaiban," katanya.

Sebelumnya, Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman mengatakan sempat mengusulkan ke Partai Demokrat untuk membentuk poros ketiga dalam pemilihan presiden atau pilpres 2019.

Menurut dia, tujuannya agar pilpres menjadi dua putaran seperti Pilgub DKI Jakarta 2017.

Sohibul mengatakan poros ketiga dapat mengakomodasi partai yang ingin berkoalisi untuk mengusung kadernya masing-masing.

"Maka saya usulkan tahap pertama kami lakukan dua poros, supaya muncul empat orang. Berarti empat partai terakomodasi," ujar Sohibul di Jakarta, Senin (9/7/2018).

Sohibul menuturkan poros ketiga memang ingin dibentuk sebagai salah satu formula melawan calon pesiden petahana Joko Widodo atau Jokowi . Menurut dia, jika Demokrat masuk ke koalisi PKS, nantinya hanya akan ada dua pasangan calon dalam pilpres.

Editor : Patricia Aurelia
KOMENTAR