ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | SCHOLAE

Update News

Menlu Retno Sebut Demokrasi Membawa Kemakmuran, Ini Alasannya

Kamis , 06 Desember 2018 | 09:30
Menlu Retno Sebut Demokrasi Membawa Kemakmuran, Ini Alasannya
Menlu Retno Resmikan Data Center Luar Negeri Pertama di Seoul. (Sindonews)

NUSA DUA, BAli, ARAHKITA.COM - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyatakan bahwa penerapan nilai-nilai demokrasi dapat membawa sebuah bangsa menuju kemakmuran.

Pernyataan tersebut didukung dengan sejumlah studi di antaranya Indeks Demokrasi yang dirilis Economist Intelligence Unit (EIU) Inggris yang menunjukkan korelasi positif antara demokrasi dan peningkatan kemakmuran suatu negara.

"Berdasarkan pengalaman Indonesia, demokrasi yang inklusif memungkinkan perkembangan ekonomi dan penyediaan ruang untuk inovasi dan kreativitas," ujar Menlu Retno dalam Bali Democracy Students Conference (BDSC) ke-2 yang diselenggarakan di Nusa Dua, Rabu (5/12/2018) malam.

Sementara itu, sebuah studi dari World Economic Forum (WEF) mengidentifikasi bahwa demokrasi memiliki dampak positif terhadap reformasi ekonomi dan investasi, peningkatan kapasitas pemerintah, serta pencegahan konflik sosial.

BDSC, yang diikuti 138 pelajar dari 57 negara, termasuk rangkaian acara Bali Democracy Forum (BDF) ke-11 dengan tema "Demokrasi dan Kemakmuran".

Dalam kesempatan tersebut Menlu menjelaskan bahwa demokrasi akan mendorong seseorang untuk lebih inovatif dan kreatif, dua aspek yang sangat penting untuk perkembangan ekonomi di masa depan.

Hal ini dapat dilihat dari prestasi Indonesia yaitu pertumbuhan ekonomi berkelanjutan rata-rata di atas 5 persen, peningkatan peringkat kemudahan berusaha dari 91 menjadi 72 pada 2018 serta indeks persaingan global dari 114 menjadi 36, dan peningkatan daya saing infrastruktur.

Saat ini semua lembaga pemeringkat investasi besar telah menjadikan Indonesia sebagai negara "investment grade". Diperkirakan juga bahwa pasar "e-commerce" Indonesia akan mencapai 130 juta dolar AS pada 2020, terbesar ketiga di Asia setelah China dan India.

Bahkan pada 2019, Indonesia akan memiliki lima "startup unicorn" yang masing-masing bernilai satu miliar dolar AS. "Ekonomi kreatif adalah masa depan ekonomi," tutur Menlu Retno.

Generasi muda, menurut Menlu, adalah jantung inovasi yang menjadi sumber baru kemakmuran ekonomi karena keahlian mereka di bidang teknologi informasi dan komunikasi digital.

"Dalam hal ini, peran anak muda bukan hanya menjadi agen perubahan atau perdamaian, tetapi juga agen kemakmuran," ujar Retno di hadapan ratusan pelajar berbagai negara yang antusias mengikuti sesi diskusi dengannya.

Editor : Patricia Aurelia
KOMENTAR