ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | SCHOLAE

Update News

Saat Ini Indonesia Butuh Banyak Guru Moral Bangsa

Jumat , 09 November 2018 | 19:27
Saat Ini Indonesia Butuh Banyak Guru Moral Bangsa
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie disebut sebagai salah satu guru moral bangsa yang tersisa di luar kekuasaan. (Tribunnews)
POPULER

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Pengamat politik Universitas Bung Karno, Ade Reza Haryadi mengatakan saat ini Indonesia membutuhkan banyak guru moral bangsa yang berada di luar kekuasaan.

Ade mengatakan guru moral bangsa yang berada di luar kekuasaan itu fungsinya untuk mengontrol dan mengkritisi jalannya roda pemerintahan.

"Kita saat ini justru krisis orang-orang di luar kekuasaan yang bisa jadi guru moral bangsa," kata Reza dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Jumat (9/11/2018).

Menurut dia, salah satu guru moral bangsa yang tersisa di luar kekuasaan saat ini, yakni mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie.

"Saya kira Pak Jimly ini orang baik yang selama ini bisa menjadi guru bangsa dan mengkritisi kekuasaan," katanya.

Reza menyebutkan jika suatu saat tokoh-tokoh seperti Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) itu masuk dalam kekuasaan maka moralitas baik yang dimiliki diharapkan mampu ditularkan untuk membentuk moralitas kekuasaan.

"Sebetulnya kalau makin banyak orang baik masuk ke kekuasaan, kita berharap moralitas baik mereka bisa membentuk moralitas kekuasaan," katanya sebagaimana diberitakan Antara.

Namun yang penting jangan kemudian larut dalam moralitas kekuasaan yang hari ini banyak dikritik oleh masyarakat.

Selain sebagai guru moral bangsa, Jimly juga dikenal sebagai tokoh yang memiliki gagasan-gagasan luar biasa tentang reformasi hukum, kata Reza.

Menurut dai, soal hukum Jimly salah satu tokoh yang sangat disegani di Indonesia karena punya pemikiran-pemikiran brilian yang maju dalam melakukan reformasi hukum.

"Beliau saya kira luar biasa, selama menjadi Ketua MK bagus, beliau punya 'track record' dan prestasi," jelasnya.

Editor : Patricia Aurelia
KOMENTAR