ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | SCHOLAE

Update News

Luar Biasa ! Harga Ayam Potong Tembus Rp 65.000 Per Ekor

Kamis , 06 Desember 2018 | 19:37
Luar Biasa ! Harga Ayam Potong Tembus Rp 65.000 Per Ekor
Pasar Kasih Naikoten, Kota Kupang NTT

KUPANG, ARAHKITA.COM - Harga daging ayam di sejumlah pasar tradisional di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur terus bergerak naik dalam beberapa pekan belakangan, sampai menembus nilai jual Rp65.000/ekor dari harga normal Rp50.000/ekor.

Elis Kurniawati, salah seorang pedagang daging ayam yang ditemui Antara di Pasar Kasih Kupang, Kamis, mengatakan saat ini harga daging ayam ukuran besar sudah mencapai Rp65.000/ekor.

Sebelumnya, kata dia, harga daging ayam sebesar itu hanya mencapai Rp50.000/ekor, namun saat ini terus bergerak naik hingga mencapai nilai jual Rp65.000/ekor.

"Harga daging ayam, saya yakin akan terus bergerak naik jika tidak diantisipasi secepatnya oleh pemerintah, karena sebentar lagi akan datang hari raya Natal dan Tahun Baru 2019," katanya.

Ia menambahkan harga daging ayam ukuran kecil, saat ini juga mengalami kenaikan sekitar Rp10.000, yakni dari Rp45.000 per ekor menjadi Rp55.000/ekor.

Menanggapi kenaikkan harga daging ayam tersebut, Arni, salah seorang ibu rumah tangga yang ditemui Antara di Pasar Oebobo Kota Kupang, mengaku tak kaget lagi dengan kenaikkan harga daging ayam tersebut.

"Saya tidak kaget kalau harga daging ayam naik. Itu wajar-wajar saja karena sebentar lagi mau Natal dan Tahun Baru," katanya ketika sedang membeli dua ekor ayam dengan harga Rp65.000/ekor.

Ia mengatakan setiap menjelang hari raya keagaman, komoditas utama seperti ayam, dan cabai merah selalu saja mengalami kenaikan harga, meski tidak terlalu signifikan.

Harga cabai merah yang biasa dijual dengan harga Rp15.000/kg, kini naik menjadi Rp20.000/kg. "Ini fenomena Natal yang patut dipahami oleh konsumen," ujarnya.

Kabid Perdagangan Dalam Negeri, Dinas Perdagangan NTT Kirenius Tallo yang dihubungi secara terpisah menjelaskan kenaikan harga daging ayam dan cabai merah saat ini akibat terbatasnya stok di tingkat pedagang.

"Kami sedang mencari upaya untuk menormalkan kedua harga komoditas tersebut," katanya dan mengharapkan Bulog Divre NTT untuk terus bergerak dalam mengamati perkembangan harga pasar agar secepatnya melakukan operasi pasar. 

Editor : Margaretha Purwati
KOMENTAR