Waspadai Gelombang Tinggi di Selat Malaka


  • Rabu, 12 Juni 2024 | 06:30
  • | News
 Waspadai Gelombang Tinggi di Selat Malaka Waspadai gelombang tinggi di Selat Malaka Foto ilustrasi beritatranscom

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Stasiun Meteorologi Maritim Belawan menyebut gelombang setinggi 1,50-3,0 meter berpotensi terjadi di wilayah perairan Selat Malaka bagian utara, perairan utara Sabang, perairan barat Aceh hingga Kepulauan Simeuleu dan Samudera Hindia barat Aceh hingga Kepulauan Nias.

"Gelombang tinggi tersebut dapat terjadi pada 11 hingga 12 Juni. Kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar selalu waspada," kata Prakirawan Stasiun Meteorologi Maritim Belawan Rizki Fadhillah di Medan, Selasa.

Ia menyebutkan kondisi angin di wilayah perairan pantai timur Sumatera bagian utara pada umumnya bertiup dari arah timur hingga barat dengan kecepatan berkisar 2 - 20 knot.

Kondisi angin di wilayah perairan pantai barat Sumatera bagian utara pada umumnya bertiup dari arah barat hingga utara dengan kecepatan berkisar antara 2 - 20 knot. 

"Harap diperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran bagi perahu nelayan, kapal tongkang, kapal ferry, kapal ukuran besar seperti kapal kargo dan kapal pesiar," katanya dikutip Antara.

Sebelumnya Prakirawan BMKG Wilayah 1 Medan Defri Mandoza menyebutkan cuaca di Sumatera Utara pada Rabu (12/6) siang dan sore berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang di wilayah Medan, Deli Serdang, Dairi, Serdang Bedagai, Batu Bara, Mandailing Natal, dan sekitarnya.

Hujan dengan intensitas lebat berpotensi terjadi di wilayah Karo, Langkat dan sekitarnya.

Sementara pada malam hari berpotensi hujan ringan hingga sedang di wilayah Binjai, Deli Serdang, Dairi, Simalungun, Asahan, Mandailing Natal, Tapanuli Selatan, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, Samosir, Tapanuli Tengah, Sibolga, dan hujan lebat dapat terjadi di wilayah Karo, Langkat dan sekitarnya.

"Waspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah pegunungan Sumatera Utara yang dapat berpotensi menyebabkan banjir, longsor serta bencana hidrometeorologi lainnya," katanya.

Editor : Lintang Rowe

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru