‘Langkah Kecil’ Merawat dan Melestarikan Bahasa Edang, Alex P Wulohering Luncurkan Buku ‘Pengantar Linguistik Nariq Edang’


  • Rabu, 29 Mei 2024 | 09:45
  • | News
 ‘Langkah Kecil’ Merawat dan Melestarikan Bahasa Edang, Alex P Wulohering Luncurkan Buku ‘Pengantar Linguistik Nariq Edang’ Buku Pengantar Linguistik Nariq Edang karya Drs. Alex Puaq Wulohering resmi diluncurkan hari ini, Rabu (29/5/2024) di Ballroom Hotel Olympic Lewoleba, Lembata. (Foto: Istimewa)

LEWOLEBA, ARAHKITA.COM  –  Buku "Pengantar Linguistik Nariq Edang" karya Drs. Alex Puaq Wulohering resmi diluncurkan hari ini, Rabu (29/5/2024) di Ballroom Hotel Olympic Lewoleba, Lembata. Acara peluncuran ini dipimpin oleh Ketua Panitia, Wilhelmus Leuweheq, dan dihadiri oleh Penjabat Bupati Lembata, Paskalis Ola Tapo Bali, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para Tokoh Masyarakat Lembata, para Kepala Sekolah, serta Camat dan Kepala Desa dari wilayah Omesuri dan Buyasuri, serta masyarakat penutur bahasa Kedang di Lewoleba.

Alex menjelaskan bahwa penulisan buku ini adalah sebuah ikhtiar atau "langkah kecil" dalam upaya merawat dan melestarikan bahasa Edang sebagai warisan budaya dan penanda jati diri “ate di'en Edang” atau orang Kedang. "Semula saya hanya ingin menggarap keterampilan ber-nariq Edang sebagai bahan muatan lokal pada sekolah-sekolah dasar dan tingkat lanjutan pertama di seputar wilayah Kedang. Tujuannya untuk memperdalam serta meningkatkan kemahiran berbahasa Kedang pada sekolah-sekolah tersebut, yang mayoritas siswanya berbahasa ibu bahasa Kedang," ungkapnya.

Melalui "Pengantar Linguistik Nariq Edang", Alex mengangkat bahasa Kedang, bahasa daerah yang dituturkan oleh masyarakat Kedang yang meliputi dua wilayah kecamatan di Lembata yaitu Buyasuri dan Omesuri. Ia berharap karyanya ini dapat menarik perhatian banyak orang terhadap pentingnya melestarikan bahasa ibu agar tidak punah tergerus oleh bahasa dengan jumlah penutur yang banyak.

Alex Puaq Wulohering menegaskan, "Penekanan yang berlebihan atas pentingnya penguasaan bahasa-bahasa asing tidak boleh diartikan sebagai 'supremasi' atas bahasa-bahasa daerah yang adalah bahasa ibu kita. Jika ancaman terselubung tersebut terus dibiarkan, bukan tidak mungkin pada suatu saat kelak bahasa-bahasa asing ini akan meminggirkan, bahkan menghapus keberadaan bahasa-bahasa daerah kita dari kamus bahasa dunia. Telah menjadi pengetahuan umum bahwa dewasa ini banyak bahasa daerah sudah punah atau minimal terancam punah. Banyak di antaranya tinggal namanya saja."

Ia menambahkan, "Menghadapi ancaman seperti digambarkan di atas diperlukan langkah konkret untuk melindungi bahasa-bahasa daerah kita dari ancaman kepunahan. Sebagai penutur bahasa daerah tertentu, kita harus mempunyai 'rasa memiliki' yang kuat terhadap bahasa ibu kita agar dapat bertahan di tengah deranya arus ancaman bahasa-bahasa asing itu. Hanya dengan cara demikian kita tidak memberi kesan seolah-olah bahasa ibu, bahasa pertama kita, lebih rendah kelasnya ketimbang bahasa-bahasa kedua dan ketiga tersebut. Sebagai anggota masyarakat bahasa daerah tertentu kita tak perlu merasa malu, apalagi minder, memakai bahasa ibu kita sendiri."

Alex juga menyoroti kurangnya referensi tentang linguistik teoretis bahasa Kedang. "Sepengetahuan saya, telah ada beberapa ahli seperti van Trier, Ursula Samely, dan Barnes yang sudah menulis tentang bahasa Kedang, namun karya-karya mereka hanya beredar di kalangan terbatas dan tidak mudah diakses pembaca awam. Atas dasar itu saya memberanikan diri menggarap aspek linguistik teoretis bahasa Kedang ini. Jadi, yang sedang Anda baca ini adalah 'ilmu bahasa Kedang' atau limu Nariq Edang karena yang dikaji dalam buku ini adalah aspek linguistik teoretisnya."

Drs. Alex Puaq Wulohering, penulis yang kini berusia 73 tahun, berasal dari Wa'kio, Desa Panama, Kecamatan Buyasuri Kedang. Ia menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat Katolik (SRK) Aliuroba, melanjutkan ke SMP dan SMA Seminari San Dominggo Hokeng, kemudian meraih gelar Sarjana Muda Kateketik dari Akademi Pendidikan Kateketik (APK) Ruteng dan gelar Sarjana S1 Filsafat dari Sekolah Tinggi Filsafat Katolik (STFK) Ledalero.

Selama sepuluh tahun terakhir, Alex menghabiskan waktunya untuk mendalami ilmu linguistik secara otodidak melalui studi pustaka dan penelitian di kampung halamannya. Buku ini merupakan hasil kerja keras Alex selama masa pensiunnya.

Alex berharap buku ini dapat dijadikan sumber belajar untuk pembelajaran keterampilan ber-nariq Edang sebagai bahan muatan lokal. "Namun, untuk dapat dijadikan sumber belajar bagi pengajaran muatan lokal bahasa Kedang, buku ini perlu diolah lagi oleh para guru yang profesional dalam kurikulum bahasa karena keterampilan berbahasa itu termasuk dalam domain linguistik terapan. Mereka perlu memilih topik-topik yang relevan dan menyusunnya kembali dalam bentuk materi ajar yang sesuai dengan tingkat satuan pendidikan dan usia para peserta didik," jelasnya.

Ia mengakui bahwa dirinya tidak memiliki latar belakang pendidikan linguistik dalam pendidikan formalnya. "Namun, bertolak dari keyakinan bahwa proses belajar itu terbuka bagi siapa saja, tanpa batasan usia dan tingkat pendidikan, serta minatku yang besar terhadap topik ini, saya meyakinkan diri bahwa saya pasti bisa. Karena itu, apa yang tersajikan dalam buku ini sebenarnya lebih merupakan pengungkapan kembali hasil belajar saya secara otodidak."

Acara peluncuran ini tidak hanya menjadi momentum penting bagi pelestarian bahasa Kedang, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan kepada budaya lokal yang kaya. Kehadiran para pejabat daerah, tokoh masyarakat, serta warga penutur bahasa Kedang menunjukkan dukungan yang kuat terhadap upaya pelestarian bahasa dan budaya daerah.

Buku ini, dengan dimensi 155 x 230 mm dan terdiri dari 440 halaman, diterbitkan oleh Penerbit Ledalero. Diharapkan semakin banyak masyarakat yang menyadari pentingnya melestarikan bahasa dan budaya lokal. Buku ini diharapkan dapat menjadi sumber daya yang bermanfaat bagi generasi sekarang dan mendatang dalam mempelajari dan menjaga kekayaan bahasa daerah.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi: Ketua Panitia Peluncuran Buku,  Wilhelmus Leuweheq  di nomor: +62 812-8262-9856

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru