ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | SCHOLAE

Update News

Spurs Menguji Si Nyonya Tua

Selasa , 13 Februari 2018 | 12:55
Spurs Menguji Si Nyonya Tua
Pemain Spurs sedang berlatih. (www.uefa.com)

TURIN, ARAHKITA.COM – Klub asal Inggris Tottenham Hotspurs menantang Juventus dalam pertandingan babak 16 besar Liga Champions UEFA yang akan berlangsung di kandang Juventus, Stadion Alianz, Turin, Rabu (14/2/2018) dinihari waktu Jakarta. Pertandingan ini akan disiarkan oleh SCTV mulai pukul 02.00 WIB.

Pertandingan yang akan dipimpin oleh wasit Felix Brych asal Jerman dan dibantu dua asisten wasit juga dari Jerman, yakni Mark Borsch dan Stefan Lupp serta ofisial keempat Markus Häcker, merupakan pertemuan pertama kedua klub di Liga Champions.

Keduanya pernah bertemu dalam pertandingan persahabatan pertengahan 2017 di Stadion Wembley, London, dan pertandingan itu dimenangkan oleh Spurs yang punya julukan Lili Putih karena seragam putihnya dengan skor 2-0. Harry Kane menjebloskan satu gol. Dan pertandingan persahabatan tahun 2016 di Turin, Juventus menang 2-1.

Misi Lili Putih ke Turin jauh dari mudah. Mereka bakal menemukan karang dan bukan mustahil bakal terhempas dan kandas. Narasinya banyak bagaimana hebatnya Juventus.

Juventus juga memiliki pemain bintang seperti Gonzalo Higuain, Giorgio Chielini, Sami Khedira dan benteng di bawah gawangnya Gianluigi Buffon. Higuain adalah striker yang tajam dan jeli. Di barisan bek, Chielini tak pernah mengenal kompromi dan kiper yang tangguh Buffon.

Musim lalu Si Nyonya Tua ini adalah runner up Liga Champions, dikalahkan Real Madrid di partai final. Tahun 2015 Bianconeri alias si Hitam Putih kembali jadi runner up Liga Champions setelah ditaklukkan Barcelona. Secara keseluruhan Juve telah menjadi runner up selama 5 kali (1997, 1998, dan 2003, 2015, dan 2017), dan juara tahun 1996 dan ketika masih bernama Piala Champions Eropa tahun 1985, mengalahkan Liverpool di final.

Pada musim ini, 2017/2018, Juve melaju ke babak 16 besar dengan prestasi mengesankan. Dalam penyisihan grup Juve hanya kalah sekali saat bertandang ke Barcelona dengan kekalahan 0-3. Namun dalam lima pertandingan ia tidak pernah kalah: tiga kali menang, dua kali imbang. Di kandang, Si Nyonya Tua mengalahkan Olympiacos FC 2-0, Sporting 2-1 dan menahan imbang Barca 0-0.

Di tangan pelatih Masssimiliano Allegri Juve menjadi tim yang hebat. Juga tidak terkalahkan di kandang dalam 26 laga Liga Eropa di mana 16 kali menang dan 10 kali imbang sejak April 2013. Di liga domestik, Si Nyonya Pembunuh ini selalu menggetarkan lawan. Mereka baru saja menekuk Fiorentina, musuh bebuyutannya, yang selalu membuat Juve kerepotan. Juve terus menguntit Napoli yang ada di puncak klasemen Liga Seri A.

Spurs datang ke Turin menghadapi Juve dengan narasi besar seperti itu. Di Liga Champions, Spurs telah mencatatkan nama menembus perempat final musim 2010/2011. Tapi pelatih Mauricio Pochettino asal Argentina telah berhasil menyulap Spurs menjadi salah satu tim kuat yang menggentarkan banyak klub besar.

Dalam penyisihan grup, Lili Putih keluar sebagai juara grup, menggeser juara Liga Champions 2017 Real Madrid yang berada di urutan kedua. Spurs bahkan berhasil mengalahkan Madrid yang diperkuat megabintang Cristiano Ronaldo dengan skor 3-1 di kandang dan menahan imbang sang juara saat bermain di Madrid. Spurs menang lima kali dan hanya sekali imbang.

Semenjak melatih di White Hart Lane, markas Spurs, (sekarang pindah ke Stadion Wembley), Pochettino selalu memberikan kesempatan sebesar-sebesarnya kepada pemain muda dari akademi klub. Maka, muncullah pemain-pemain muda seperti Harry Kane, Ali, Eric Dier, Davies, Nabil Bentaleb, Son Heung-min, dan Christian Eriksen. Pelatih berkebangsaan Argentina ini selalu merasa berkewajiban untuk mengembangkan bakat-bakat mudah dari Inggris.

Ia berhasil menyuntikkan semangat dan motivasi kuat bagi para pemainnya sehingga mereka selalu tampil maksimal dalam setiap laga. Ia juga selalu mengembangkan filosofi klub yang tertuang dalam moto klub, yaitu Audere est Facere atau "To Dare is To Do".

Dengan filosofi tersebut, ia senang mengembangkan permainan dengan kuat menekan dan menyerang. Ia selalu menggunakan sistem 4-2-3-1 atau 4-3-1-2 untuk mewujudkan filosofi bermain menyerangnya. Dengan sistem itu, ia menginstruksikan timnya untuk membangun serangan mulai dari belakang, membuat lawan goyah lewat permainan menekan yang cepat dan mengirim bola langsung ke kotak 16.

"Dari mana saya mendapat ide yang harus kami lakukan (tekan)? Ini tentang kepribadian Anda, siapa Anda. Anda menunjukkan di lapangan siapa Anda. Jika Anda berani dalam hidup Anda, Anda tidak dapat berperilaku dengan cara yang berbeda di lapangan. Saya tidak mengerti bagaimana bermain dengan cara yang berbeda. Selalu, beranilah. Saya suka bersikap berani," Pochettino menjelaskan filosofi pembinaan dan permainannya.

Dengan tempaan mental seperti itu, Si Lili Putih kini menjelma menjadi salah satu tim hebat tidak saja di Inggris, tetapi juga di Eropa. Spurs baru saja menaklukkan klub hebat seperti Arsenal dan Manchester United.

“Ketika Anda mengalahkan Arsenal atau United, itu artinya Anda telah memiliki kualitas untuk memukul tim-tim Eropa pula. Tentu, Juventus sebuah tim besar, salah satu terbaik di Eropa, dan mereka telah mempunyai banyak pemain berpengalaman yang tahu persis apa yang harus dilakukan pada laga Liga Champions. Dalam tiga musim mereka dua kali tampil di final. Jelas kami tidak memiliki pengalaman seperti itu. Tetapi kami memiliki kepercayaan, rasa percaya diri, permainan kami sudah bagus dan kami siap untuk laga yang sangat kompetitif ini,” kata Pochettino kepada www.theguardian.com.

“Kami sudah menyaksikan pertandingan Juventus melawan Fiorentina. Banyak tantangan untuk mengatasi kurangnya pengalaman kami di Liga Champions untuk menaklukkan klub besar seperti Juventus, untuk menjebol gawang klub yang tidak pernah kebobolan dalam 16 pertandingan kandang. Namun kalau kami bisa menang pada putaran pertama, hal itu akan luar biasa. Hari ini, pikiran saya adalah bermain bagus, berusaha dan sedikit lebih berani, namun harus tetap lebih cerdas sebab level mereka adalah salah satu terbaik di Eropa,” tambahnya.

Pemain-pemain Spurs dalam kondisi bagus, tak ada yang mengalami cedera atau larangan karena akumulasi kartu kuning atau merah. Sebaliknya beberapa pemain kunci Juventus sedang dilanda cedera seperti Juan Cuadrado dan Blaise Matuidi. Paulo Dybala dan Andrea Barzagli masih dililit cedera, meski sudah mulai pulih.

Allegri akan memainkan formasi 4-4-2 atau 4-3-3 untuk menahan “badai” Harry Kane yang kini dijuluki “HurryKane” yang merupakan pelesetan dari “hurricane” yang berarti “badai”. Jika berhasil menjinakkan Spurs, Juve bakal menjadi Si Nyonya Pembunuh yang menakutkan, salah satu julukan Juventus. (Willy Hangguman)

 

Editor : Farida Denura
KOMENTAR