Kisah Papalele Asal Pangkep, Sukses Berbisnis Bumbu Penyedap Rasa di Pulau Flores


 Kisah Papalele Asal Pangkep, Sukses Berbisnis Bumbu Penyedap Rasa di Pulau Flores Aisyah Latif disapa Icha. Usia 30 tahun asal Pangkep, Sulawesi Selatan. Berprofesi Papalele. (Foto:Istimewa)

NAMANYA Aisyah Latif, disapa Icha. Usia 32 tahun, asal Pangkep, Sulawesi Selatan. Berprofesi Papalele (Pedagang-Red). Dia adalah Inspiring Women. Menarik kita petik ilmu bisnisnya.

10 tahun yang lalu setelah menikah, bersama suaminya merantau ke Flores, tepatnya di Larantuka, Flores Timur. Mereka memulai hidup, menyewa kos Rp250 ribu per bulan. Terlalu berat untuk membayar sewa kos dan pernah kesulitan.

Pasangan muda ini kemudian menjajaki celah pasar mana yang akan mereka memulai bisnis. Kata Icha, orang Flores suka beracara baik suka maupun duka mulai dari kelahiran hingga kematian. Akhirnya mereka memutuskan menjadi Papalele (Pedagang) khusus Bumbu Dapur, Tomat, Wortel, Ikan, dan Udang.

Wouw, gurihnya bisnis ini. Omzetnya lumayan besar namun Icha enggan menyebut angkanya. Keluarga muda ini sungguh berbahagia menikmati hidup, memiliki rumah besar dan mengurus keponakan karena belum memiliki momongan.

Kata Icha kunci sukses berbisnis itu sederhana: Jujur, konsisten, berani tanggung resiko, dan jaga kepercayaan.

Sebagai pemasok bisnis ini di Flores, Icha telah memiliki banyak Penadah/ Pedagang. Sebulan dua kali Icha atau suaminya akan membeli langsung dari petani di Malino berupa berton-ton: Tomat, Wortel, Udang, Ikan, Bawang Merah, Bawang Putih dan bumbu penyedap lainnya. Barang yang dibeli diangkut via kapal Pelni dan tiba di Larantuka langsung diambil Penadah.

Cerita Icha, pernah satu keluarga membeli bumbu dapur saja hingga Rp5 juta. "Orang Flores suka beracara, kita raih untung di bisnis ini".

Icha juga luwes bergaul dengan siapa saja."Sebagai orang rantau kita harus menjunjung tinggi nilai-nilai sosial dan budaya setempat, rendah hati dan menghormati orang,"ujar putri bungsu yang telah mempekerjakan 4 karyawan.

Di Pasar Larantuka maupun Pasar lainnya di daratan Flores siapa yang tak kenal perempuan cantik ini?

Icha juga tak canggung menghadiri acara-acara keagamaan. Dekat dengan Suster PRR. Bahkan 2 keponakannya bersekolah di Sekolah Katolik.

Bisnis selalu untung dan rugi. Dia pun alami kerugian hingga puluhan juta. Kini mereka juga tengah berbisnis Lele di kampung suaminya dan segera umroh. Salut!

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Arah Preneur Terbaru