ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | SCHOLAE

Menunggu Pergerakan Positif Rupiah dan IHSG

Jumat , 09 November 2018 | 10:34
Menunggu Pergerakan Positif Rupiah dan IHSG
Menunggu pergerakan positif rupiah (Net
POPULER

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Dinamika jelang pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada Desember mendatang, turut memperngaruhi rupiah, yang tidak bergerak signifikan. Rupiah cenderung mulai tertahan terhadap dolar AS

Pergerakan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Jumat pagi (9/11/2018), melemah sebesar 75 poin menjadi Rp14.555, dibandingkan posisi sebelumnya Rp14.480 per dolar AS.

Analis senior CSA Research Institute Reza Priyambada di Jakarta, mengatakan pergerakan rupiah cenderung mulai tertahan terhadap dolar AS menjelang pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada Desember. "Menjelang pertemuan The Fed, pergerakan rupiah berbalik turun," katanya, dikutip Antara.

Ia menambahkan peluang bagi the Fed untuk kenaikan suku bunga acuannya (Fed Fund Rate/FFR) secara berkala membuat pelaku pasar kembali beralih ke dolar AS.

"Pengetatan moneter di Amerika Serikat masih terus berlangsung hingga tahun mendatang," katanya. Di sisi lain, lanjut dia, penguatan rupiah dalam beberapa hari terakhir ini juga turut dimanfaatkan oleh sebagian pelaku pasar untuk ambil untung.

Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan pergerakan dolar AS masuk dalam fase konsolidasi setelah hasil pemilu sela kongres Amerika Serikat yang sudah sesuai prediksi pasar. "Penguatan dolar AS mengindikasikan investor masih cukup berminat pada aset di Amerika Serikat," katanya.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat dibuka melemah dipicu aksi ambil untung sebagian investor.

IHSG BEI dibuka melemah 42,62 poin atau 0,71 persen menjadi 5.934,17. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 10,62 poin atau 1,11 persen menjadi 944,74.

Analis senior CSA Research Institute Reza Priyambada di Jakarta, Jumat mengatakan sebagian pelaku pasar saham memanfaatkan kenaikan IHSG dalam beberapa hari terakhir ini untuk posisi ambil untung.

"Aksi ambil untung itu membuat laju IHSG menjadi tertahan," katanya.

Ia menambahkan bahwa pada perdagangan Kamis (8/11), volume perdagangannya mulai menipis sehingga rawan aksi ambil untung pada akhir pekan ini.

"Diharapkan, masih bertahannya investor asing di pasar saham dan diikuti harapan positif data angka transaksi berjalan dapat menahan tekanan IHSG lebih dalam," katanya.

Bursa regional, di antaranya indeks Nikkei melemah 176,27 poin (0,78 persen) ke 22.310,64, indeks Hang Seng melemah 464,35 poin (1,77 persen) ke 25.763,36, dan indeks Strait Times melemah 24,67 poin (0,80 persen) ke posisi 3.068,57.

Editor : Maria L. Martens
KOMENTAR