ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | SCHOLAE

Tekad Tim Jelajah Desa, BUMNag Sumbar Jadi Percontohan Nasional BUMDes

Rabu , 13 Juni 2018 | 18:30
Tekad Tim Jelajah Desa, BUMNag Sumbar Jadi Percontohan Nasional BUMDes
Tim Jelajah Desa Nagari Kemendes PDTT yang dipimpin H Febby Datuk Bangso, Staf Khusus Kemendes PDTT. (Foto: Media Center-TJDKemendes)

LIMAPULUH KOTA, ARAHKITA.COM - Tim Jelajah Desa Nagari Kemendes PDTT yang dipimpin H Febby Datuk Bangso, Staf Khusus Kementerian Desa Tertinggal dan Trasmigrasi (Kemendes PDTT), bertekad menjadikan Badan Usaha Milik Nagari atau BUMNag menjadi percontohan nasional Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)

Tekad itu, terpapar usai perjalanan panjang Tim Jelajah Desa bentukan Kemendes PDTT di Sumatera Barat, yang diawali dari Padang, Padangpariaman, Pariaman, Agam, Pasaman Barat, Bukittinggi dan berakhir di Kabupaten Limapuluh Kota.

Paparan disiarkan dengan dialog bersama Tenaga Ahli dan Pendamping Desa se Kabupaten Limapuluh Kota, buka puasa bersama di kediaman Wakil Bupati Limapuluh Kota Ferizal Ridwan, Selasa 12 Juni 2018 malam.

“Nyaris tak ada masalah, semuanya berjalan sesuai harapan. Kita akan kawal yang sudah kuat, akan mendorong yang terus berjuang untuk menjadi kuat,” kata H Febby Datuk Bangso

Di setiap daerah yang dikunjungi, tim “menyigi” penggunaan dana desa, BUMNag, termasuk kesiapan tenaga ahli, pendamping desa mau pun pendamping desa di dalam desa yang jadi binaan mereka.

Dialog terbuka dilakukan secara transparan. Tak hanya Datuk Febby tetapi tim Kemendes PDTT lainnya, Direktur Perencanaan dan Identifikasi Daerah Tertinggal Ditjen PDT, Kemendes PDTT, Rafdinal yang juga urang awak asal Padangpariaman, dan Dr Conrita Erwanto memberikan motivasi dan pembekalan kepada seluruh tim yang hadir dalam diskusi, baik bersama pendamping di Kabupaten Agam mau pun pendamping di Kabupaten Limapuluh Kota.

Dari perjalanan tim tersebut pula, Datuk Febby memberikan dukungan. Menurut dia sudah saatnya Nagari atau Bumnag di Sumbar menjadi percontohan Bumdes di Indonesia. Harapan itu tidak berlebihan.

“Sudah banyak. Sudah banyak. Saatnya kita di Sumbar harus melompat lebih tinggi,” kata Datuk Febby sembari menyebutkan sejumlah BUMNag di Sumbar yang akan menjadi perhitungan di tingkat Nasional.

Katanya, banyak keuntungan kalau ada Nagari atau BUMNag yang bisa dijadikan percontohan Nasional. Jika itu terjadi, maka dapat dipastikan akan menjadi daya tarik BUMDes dan desa-desa lain di Indonesia untuk datang ke Sumbar melakukan studi banding. Jika mereka datang, tentu mereka akan belanja di Sumbar. Banyak efek ikutan yang akan didapatkan.

“Kita hadirkan konsep, kunjungan wisata desa atau wisata BUMNag Inspiratif. Artinya, BUMNag yang berhasil akan menjadi inspirasi bagi mereka,” kata Datuk Febby.

Pada perjalanan panjang itu pula, Tim Jelajah Desa tak hanya sekadar turun dan memberikan motivasi atau pendampingan, tetapi juga membawa bantuan dalam bentuk stimulan usaha ekonomi masyarakat serta peningkatan modal BUMNag.

Pada beberapa kesempatan dialog dengan tenaga ahli dan pendamping desa maupun pendamping lokal desa, Datuk Febby juga mendaulat Firdaus Abie, General Manager Harian Umum Rakyat Sumbar berbagi pengalaman dalam hal pemberitaan dan berurusan dengan pers.

“Jangan pernah takut dengan media, jika takut maka kecurigaan akan muncul dari sana,” kata Firdaus Abie yang juga seorang novelis, dan pernah terkatung-katung selama 10 jam di laut Tarakan, saat pulang dari Pulau Sebatik, bersama rombongan staf Kemendes PDTT, usai upacara detik-detik proklamasi, 2017.

Empat hari perjalanan Tim Jelajah Desa di Sumbar sedikitnya Kemendes telah mengucurkan lebih dari Rp4,5 miliar dana desa untuk nagari dan BUMNag sebagai upaya percepatan pembangunan, peningkatan kesejahteraan masyarakat menuju nagari mandiri dan mendorong pertumbuhan BUMNag.

Menurut Datuk Febby kehadiran BUMNag tak hanya sekadar untuk mendapatkan keuntungan usaha saja, tetapi bagaimana menghadirkan social bonafide kepada masyarakat.

Editor : Farida Denura
KOMENTAR