ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | SCHOLAE

Pascaledakan Bom Surabaya, Masyarakat Diminta Tak Diskriminasi Perempuan Bercadar

Rabu , 16 Mei 2018 | 15:46
Pascaledakan Bom Surabaya, Masyarakat Diminta Tak Diskriminasi Perempuan Bercadar
Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani), Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd. (Poskota News)

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Giwo Rubianto Wiyogo meminta masyarakat untuk tidak mendiskriminasi perempuan bercadar pascaledakan bom di Surabaya, Jatim.

"Masyarakat sebaiknya tidak takut dan melakukan diskriminasi terhadap perempuan bercadar," ujar Giwo di Jakarta, Rabu (16/5/2018).

Menurut dia, dengan kasus peledakan di sejumlah rumah ibadah di Surabaya tersebut, masyarakat harus tetap waspada dan saling menjaga lingkungan dalam artian jika ada hal-hal yang mencurigai perlu segera dilaporkan.

"Jika ada orang baru yang belum dikenal perlu adanya komunikasi, jadi kerukunan tetangga di lingkungan RT dan RW perlu diguyubkan lagi, terutama pasca bom ini, di semua wilayah".

Giwo menambahkan pemakaian cadar oleh perempuan merupakan hak azasi mereka dalam menjalan perintah agama.

"Yang penting dari sisi pakaian tidak merugikan dan membuat perhatian orang lain," kata mantan Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Sebelumnya, beredar sebuah video berdurasi 30 detik tentang perempuan bercadar digiring keluar dari bus di Terminal Gayatri, Tulungagung, Jawa Timur.

Video menjadi perbincangan karena perempuan bercadar tersebut digiring keluar dari bus.

Koordinator Satuan Pelayanan (Korsatpel) Terminal Gayatri Tulungagung, Ony Suryanto, memastikan tidak ada pengusiran terhadap perempuan bercadar seperti yang beredar di media sosial.

Editor : Farida Denura
KOMENTAR